Seri Real Case Manpro : Proyek Menara BRI senilai Rp 887 Miliar

Real Case Study

Bank Terbesar Nasional akan membangun properti 32 lantai senilai Rp 887 Miliar dengan konsep smart building canggih terintegrasi dengan mekanikal elektrikal dan berbagai device sensot yang dapat dimonitor setiap saat realtime. BRI merupakan BUMN sector perbankan terbesar di Indonesia yang akan membutuhkan system digital infrastruktur yang untuk menghadapai masa depan era keuangan digital dan infrastruktur fisik secara terintegrasi. Manajemen Proyek menjadi tantangan tersendiri bagi main kontraktor, mengingat proyek ini cukup besar dan simbolis menjadi aikonik baru kota Jakarta.

Lantai 1 sampai dengan lantai 5 Gedung Menara BRI akan diperuntukkan untuk public space dan lantai 11 akan diperuntukkan untuk tempat berkumpul jika terjadi gempa dan kebakaran sisanya akan di peruntukkan office space. Desain bangunan furistik dengan penekanan pada material bangunan yang mudah dalam perawatan dan mengangkat citra bank BRI menjadi citra digital banking dimasa depan

Stake holder proyek terdiri dari Owner sebagai pemilik proyek, Konsultan pengawas, Perencana, Kontraktor utama dan ratusa subkontraktor yang akan berkolaborasi dalam proyek ini, Selain itu juga terdapat stake holder masyarakat sebagai penghuni di kawasan lingkungan proyek ini berada, menjadi pertimbangan tersendiri untuk mitigasi resiko lingkungan proyek ini yang akan dibangun

Adapun link berita proyek ini adalah : https://finance.detik.com/advertorial-news-block/d-3787844/bri-groundbreaking-menara-baru-di-segitiga-emas-jakarta

 

 

Problem

Dokumen proyek yang banyak terdiri dari dokumen proses perencanaan dan pelaksanaan menjadi tantangan tersendiri bagi kontraktor utama karena proses audit akan dilakukan selama proses pelaksanaan dan akhir proyek. Apabila dilakukan secara proses manual tidak terpusat, maka akan merepotkan kontraktor utama karena jika terjadi penggatian atau rotasi pegawai maka sistem dokumen yang tidak terpusat akan menyulitkan pencarian historis dan kronologi dokumen

Dokumen discrapancies harus dihindari masuk kelapangan karena akan membuat waktu dan biaya membengkak jika ada kesalahan komunikasi revisi gambar terakhir yang tidak sesuai untuk dikerjakan.

Menggunakan repositoy yang bersifat cloud seperti penyimpanan dokumen di cloud menjadi tidak efisien karena tidak diketahui metadata dokumen tersebut sehingga diperlukan aplikasi yang dapat menjelaskan metadata dokumen seperti : Revisi dokumen, tanggal dokumen, persetujuan, review dan sebagainya

Jumlah dokumen yang berjumlah ribuan menjadi tantangan tersendiri jika tidak diatur dengan baik dan benar akan menyulitkan untuk mengakses dokumen tersebut, diharapkan semua stakeholder yang terkait pekerjaan dapat mengakses dokumen dengan lebih mudah

Solusi 

Manpro mengikuti alur proses kerja kontraktor utama dengan cepat. Dalam waktu dua hari kontraktor utama dapat menggunakan aplikasi Manpro untuk sistem dokumen manajemen proyek. Semua dokumen manajemen proyek di buat terpusat sehingga tidak bergantung pada seseorang untuk mengakses dokumen tersebut

Alur kerja untuk kontraktor yang terdiri dari approval dokumen, review dokumen dan dokumen yang tidak terpakai tersusun rapih dan historikal dengan mudah dapat di ambil dilapangan sesuai dengan revisi terakhir baik untuk shop drawing, metode kerja pelaksanaan, spesifikasi,

Jumlah user proyek yang banyak membuat Manpro membuka akses unlimited sehingga pihak kontraktor utama bebas untuk mengundang user bagi seluruh stakeholder proyek

Stabilitas Manpro menjadi andalan karena dokumen yang besar dan banyak dibutuhkan setiap saat

Hasil Implementasi

Dokumen manajemen proyek menjadi mudah dikelola dan diakses seluruh stake holder dengan tingkat efsiensi 70%

Proyek dapat terjaga kualitas baik mutu, waktu dan Biaya karena dokumen proyek yang dikelola tepat sasaran

Kemudahan audit proyek karena aplikasi Manpro memudahkan kontraktor utama untuk menyediakan dokumen audit dengan cepat dan tepat

 

 

 

X