Metodologi Manajemen Proyek, Mengapa Begitu Penting?

Menurut Project Management Institute (PMI), metodologi proyek adalah sistem, teknik, prosedur dan aturan yang digunakan dalam suatu disiplin ilmu. Contoh dari metodologi manajemen proyek adalah Lean Practices, Kanban, Six Sigma, dan beberapa metode proyek lainnya.

Metodologi diciptakan untuk membentuk manajemen proyek selama proyek berlangsung dan memberikan acuan untuk menyelesaikan tugas proyek. Beberapa metodologi proyek memiliki strategi berbeda dalam menangani masalah dalam proyek.


Terdapat beberapa metodologi proyek yang dapat anda pilih, namun tidak ada metodologi yang sepenuhnya benar. Artinya, tidak ada metodologi yang sempurna untuk setiap proyek, dan masing-masing proyek memiliki karakteristiknya sendiri. Setiap proyek berbeda dalam scope, kebutuhan dan permasalahannya. Oleh karena itu implementasi dan metodologi yang dipakai dalam proyek pasti berbeda-beda.

Silahkan simak beberapa metodologi manajemen proyek yang umum dipakai.

 

1. Agile

Agile adalah salah satu metodologi proyek terbaik, biasa digunakan untuk proyek iterarive dan incremental. Metodologi ini menggabungkan proses permintaan dan solusi yang berkolaborasi dalam suatu organisasi dan kerjasama Tim bersama pemilik proyek. Sewaktu diciptakan, metode agile ini berfungsi untuk pengembangan software.

Karena metode ini sangat flexible, maka agile sering digunakan untuk manajemen proyek yang kompleks. Beberapa aspek yang sering digunakan yaitu: product vision statement, product roadmap, product backlog, release plan, sprint backlog, and increment. Dengan aspek tersebut, metodologi ini menekankan kolaborasi proyek, fleksibilitas, pengembangan berkelanjutan, dan hasil kualitas proyek yang tinggi.

Metode ini juga cocok untuk proyek yang memerlukan fleksibilitas, kerumitan atau ketidakpastian. Contohnya proyek yang belum pernah dikerjakan oleh tim.

 

2. Scrum

Metode project management lainnya adalah scrum. Tujuan metode ini adalah untuk membangun produk yang memiliki kompleksitas tinggi melalui kolaborasi, akuntability, dan proses iterasi. Perbedaan dengan metode proyek lainnya adalah scrum beberapa istilah yaitu scrum roles, scrum events, scrum artifacs.

Beberapa tugas atau peran dalam scrum roles yaitu: pemilik proyek, tim development, dan scrum master.

Sedangkan scrum events terdiri dari:

  1. Sprint: Tahapan yang tidak melebihi satu bulan proyek dan pengerjaan yang konsisten.
  2. Sprint Planning: Semua tim proyek bekerja bersama untuk merencanakan sprint.
  3. Daily Scrum: Meeting singkat 15 menit harian pada jam yang sama setiap hari untuk membicarakan scrum sebelumnya dan harapan untuk scrum selanjutnya.
  4. Scrum Review: Meeting infomal pada akhir sprint dimana tim mempersentasikan hasil yang dicapai kepada pemilik proyek.
  5. Sprint Retrospective: Meeting harian untuk membahas scrum sebelumnya dan perbaikan untuk scrum selanjutnya.

Metode scrum ini cocok untuk tim proyek yang berjumlah kurang dari 7 orang yang membutuhkan pendekatan flexible untuk membentuk produk atau jasa.

 

3. Kanban

Menyerupai Scrum, Kanban merupakan metode manajemen proyek hasil pengembangan Agile. Kanban berfokus pada kolaborasi dan manajemen tim. Metode Kanban ini dipakai di pabrik Toyota pada tahun 1941, dan ditujukan untuk mendeteksi bottleneck pada proses produksi.

Kanban diambil dari bahasa Jepang yang berarti papan. Metode ini memang memanfaatkan media papan untuk mendefinisikan proses pekerjaan (kanban board, kanban cards, dan kanban swimlanes).

Seperti metode Scrum, Kanban dikembangkan untuk industri software. Kanban cocok digunakan untuk tim yang kecil, yang membutuhkan pendekatan flexible dalam pembuatan produk atau jasa.

4. Lean

Lean Methodology menekankan customer value dan meminimalisir limbah. Metode ini bertujuan untuk memberikan nilai lebih kepada pemilik proyek dengna sumber daya proyek yang ada.

Dalam hal ini, limbah berarti sumber daya proyek yang berlebih, produksi yang terlalu banyak, dan lain-lain.


5. Waterfall

Salah satu metode manajemen proyek yang tertua adalah waterfall. Metode waterfall bersifat liner, sequential dimana proses mengalir ke satu arah saja seperti air terjun. Metode ini memiliki kekurangan yaitu sangat kaku, namun menekankan pentingnya dokumentasi, sehingga apabila pekerja proyek meninggalkan proyek, dia dapat digantikan oleh pekerja lain berdasarkan dokumen yang ada.


6. Critical Path Method

Metode Critical Path Method alias CPM merupakan metode yang digunakan dengan cara membuat model dan memetakan aktivitas proyek, termasuk durasi proyek. Untuk tugas yang saling bergantung, pencapaian, dan gambaran lebih besar beserta tenggat waktu digambarkan secara detail dalam metode ini. Dengan informasi ini, akan diketahui cara tercepat untuk menyelesaikan proyek dengan sedikit masalah.

Metode manajemen proyek ini cocok digunakan untuk proyek yang sangat kecil. Semakin besar proyek, semakin sulit untuk mengambil data dan menarik kesimpulan.


7. Critical Chain Project Management

Critical Chain Project Management atau CCPM, merupakan metode yang berfokus pada sumber daya yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek seperti anggota tim, kantor, peralatan, dan lain lain.

CCPM lebih bertjuan untuk menyeimbangkan sumber daya yang ada ke banyaknya proyek yang ada dan lebih bersifat flexible.


8. Six Sigma

Metode manajemen proyek selanjutnya bernama Six Sigma. Metode ini diciptakan oleh  Motorola di tahun 1986. Dalam metode ini, proses yang tidak berjalan akan dihilangkan dalam proses. Dna juga menggunakan pendekatan secara empiris dan statistikal dan ahli-ahli dalam bidang ini.

Six Sigma cocok digunakan pada perusahaan berskala besar untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek melalui metodologi data proyek.


9. Event Chain Methodology

Even Chain Methdology merupakan metode manajemenproyek yang menekankan berbagai hal yang bisa memengaruhi jalannya suatu proyek.. Dengan mengetahui faktor-faktor tadi, jadwal dan timeline dari suatu proyek bisa direncanakan lebih matang.

10. Extreme Project Management

Seperti namanya, Extreme Project Management adalah jawaban dari metode proyek tradisional yang kaku. Periode yang pendek dan terbuka terhadap perubahan, budget, atau perencanaan proyek dapat dilakukan pada prosee implementasi proyek dengan menggunakan metode ini.

11. PMI/PMBOK

PMI/PMBOK merupakan singkatan dari Project Management Institute/Project Management Body of Knowledge. Dalam PMBOK, ada 5 proses yang harus dijalankan dalam setiap proyek yaitu: initiating, planning, executing, monitoring and controlling dan clossing.

PMI/PMBOK bukan  sebuah metode baku namun merupakan pedoman atas manajemen proyek secara umum. Namun PMBOK dapat digunakan untuk menilai implementasi proyek itu sendiri.

Zaki Muliawan

Recent Posts

Mengenal Fleet Management System Untuk Tambang

Pertambangan adalah sektor industri yang padat modal, berisiko tinggi, dan beroperasi di lingkungan ekstrem. Dari…

2 days ago

Penerapan Aplikasi dan Contoh Arsip Digital

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai contoh arsip digital yang digunakan…

2 days ago

Mengenal Aplikasi IoT Beserta Contoh Penerapannya

Di era digital yang serba terkoneksi dan terhubung, batas antara dunia fisik dan digital semakin…

2 days ago

Aplikasi Kontraktor Terbaik untuk Proyek Konstruksi: Solusi Digital dari Manpro.id

Dalam dunia konstruksi yang dinamis dan kompleks, efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan proyek menjadi kunci…

4 weeks ago

Mengapa Proyek Butuh Aplikasi Manajemen Proyek?

Dalam dunia bisnis dan konstruksi modern, manajemen proyek bukan lagi sekadar mencatat jadwal dan anggaran.…

4 weeks ago

Manajemen Proyek Sistem Informasi (Information System Project Management)

Manajemen Proyek Sistem Informasi (Information System Project Management) adalah proses merencanakan, mengelola, dan menyelesaikan proyek-proyek…

1 year ago